Kalahari Zebra has invited you to be his contact.

DeclineAccept
Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 23, '07 12:16 AM
for everyone

Lebih baik dibilang aneh di dunia daripada aneh di akhirat.

Selamat Mejadi Orang Aneh....


strange or not?
"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz

"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Penulis yang fakir ini.

"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi
terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu
yang
wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan
kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"

"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan
pakaian
yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban,
lalu
antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata
Pak
Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penul is melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,

menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan
wewangian
dan berjalan
menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda
yang
sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya"

"Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya
ibu
muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal,
tapi
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang
lain
rasanya;

"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang
semestinya seperti itu ditumbenin?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah
jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?

Orang yang pergi kemasjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain
justru
tengah asik nonton sinetron "intan".

Orang kemasjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang
yang
sedang
ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara
panggilan adzan.

Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan
mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
"Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain disekitarmu" , kata
Pak
Ustadz.

"Keanehan-keanehan" disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,
pasti
akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran
dan
ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh",
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh
ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat.
Dan
makin terasa aneh
ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya
tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang
ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru
menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena
masjid
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua
menjelang
selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa
aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau
ayat
al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.


Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan
takut
menjadi orang "aneh" selama
keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at
dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian
rapih,
karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al A'raf:31)

Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha
dikantor,
wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak
karuan.

 Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada
waktunya,
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya
terhadap orang-orang beriman.

103. Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di
waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila
kamu
Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*).
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman. (Annisaa:103) *

Jangan takut untuk shalat jum'at
dishaf terdepan, karena perintahnya pun
bersegeralah. ....

9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat
Jum'at,
Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.
(Al
Jumu'ah:9)

 [1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan
di
hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan
muazzin
itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al
qur'an,
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling
menasehati,
saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah
sebaik-baik perkataan;

33. *Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru
kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya
Aku
termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
(Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim
artikel
lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang
amal
 kita....

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa
kirim
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan
atau
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu
yang
disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat"

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi
kebenaran
dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari
orang-orang
terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar
dan
ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara

akan tetap jadi mutiara terlepas dari
siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak
akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah
sekalipun.

Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang
benar.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist),
meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak
bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia
langka"
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelematkan kita.

Selamat jadi orang aneh

dari milis...


abunyasyamil wrote on Jul 23, '07
kayanya, saya tertarik nih untuk jadi orang aneh :)
te3we3 wrote on Jul 23, '07
te3we3 said
Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang
benar.
setuju.. hidup orang "aneh" ;p
Add a Comment